PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN
A. TIMOR
LESTE
Kepala Negara Republik Timor Leste adalah seorang presiden,
yang dipilih secara langsung dengan masa bakti selama 5 tahun. Meskipun
fungsinya hanya seremonial saja, ia juga memiliki hak veto undang-undang. Perdana Menteri dipilih dari pemilihan multi partai dan diangkat/ditunjuk
dari partai mayoritas sebuah koalisi mayoritas. Sebagai kepala pemerintahan,
Perdana Menteri mengepalai Dewan Menteri atau Kabinet dalam Kabinet Pemerintahan.
Parlemen
Timor Leste hanya terdiri dari satu kamar
saja dan disebut Parlamento Nacional. Anggotanya dipilih untuk masa jabatan selama lima tahun.
Jumlah kursi di parlemen antara 52 dan 65 tetapi saat ini berjumlah 65.
Undang-Undang Dasar Timor Leste didasarkan konstitusi Portugal.
Angkatan Bersenjata Timor Leste adalah FALINTIL-FDTL
(F-FDTL),
sedangkan angkatan kepolisiannya adalah PNTL (Polícia Nacional Timor-Leste).
Timor Leste amat tergantung secara
politik kepada mantan penjajah Portugal, Timor Leste mengadopsi mata uang Dolar
Amerika Serikat sebagai mata uang yang mengakibatkan daya beli rakyat jauh
menurun dibandingkan ketika masih menjadi provinsi Indonesia. Pada November
2007, terdapat sebelas kecamatan dimana kebutuhan makanan harus dipasok oleh
bantuan internasional. Tidak ada hukum perlindungan hak cipta di Timor Leste.
Pada tahun 2005 penduduk Timor Leste
diperkirakan berjumlah 1.040.880 jiwa. Penduduk Timor Leste merupakan campuran
antara suku bangsa Melayu dan Afrika, sebagian kecil keturunan Portugis.
Mayoritas penduduk Timor Leste beragama Katolik (93%), diikuti Protestan (3%),
Islam (1%), dan sisanya Buddha, Hindu (1%, masing-masing 0,5%), dan aliran
kepercayaan (2%). Karena mayoritas penduduk beragama Katolik, maka kini
terdapat tiga keuskupan (diosis) yaitu: Diosis Dili, Diosis Baucau dan Diosis
Maliana yang baru didirikan pada tanggal 30 Januari 2010 oleh Paus Benediktus
XVI.
B.
FILIPINA
Filipina
merupakan negara dengan keberagaman yang cukup tinggi dan kompleks, baik secara
geografis, bahasa, etnis, budaya, maupun sosial-ekonomi. Kompleksitas tersebut
disebabkan oleh konteks sejarah yang menciptakan sebuah budaya dan masyarakat
Filipina dengan berbagai lapisan yang kadang-kadang berkontradiksi satu dengan
yang lainnya.
Kurang
lebih 85% penduduk Filipina beragama Katolik Roma. Tidak heran bila Gereja
Katolik mempunyai pengaruh yang cukup luas di Filipina – walaupun tidak
seimbang. Selain itu, terdapat juga kelompok Muslim (3-4 juta orang), Protestan
(yang mengklaim memiliki 5 juta penganut), pengikutIglesia ni Kristo (Gereja
Kristus), dan Aglipayan atau Gereja Independen Filipina.
Bentuk
demokrasi di Filipina. Demokrasi Filipina tampak mulai
mengalami kemunculan sejak masa pemerintahan Amerika Serikat. Hal tersebut,
walaupun begitu, tidak mengalami perkembangan yang berarti pada tataran
praktiknya. Perkembangan institusi demokratis di Filipina tidak dibarengi oleh
perkembangan pola perilaku demokratis dari para politisi maupun masyarakat
Filipina yang masih mengutamakan nilai-nilai budaya tradisional. Situasi
ini menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Filipina hanya berupa retorika belaka;
kurang dalam hal pengimplementasiannya
Skeptisisme
terhadap pemerintah, hukum, dan keadilan.
Sejarah historis hubungan antara elit dengan negara kolonialis, berikut adanya
budaya-budaya tradisional masyarakat Filipina yang sarat akan nepotisme, telah
menyebabkan tingginya tingkat korupsi di Filipina. Hal ini membuat masyarakat
Filipina cenderung skeptis terhadap pemerintah, hukum (yang dimanipulasi), dan
keadilan di negaranya.
C.
PERBANDINGAN ADMINITRASI NEGARA
ANTARA NEGARA TIMOR LESTE DAN NEGARA FILIPINA
Membandingkan
dua adminitrasi Negara Antara Negara timor leste dan juga Filipina bukanlah
sesuatu yang mudah karena keduanya memiliki sejarah atau historis yang berbeda,
olehkarena itu saya membandingkan kedua Negara ini dengan melakukan pendekatan
1. Sejarah Timor
leste :
1999:
Referendum
pemisahan diri Timor Timur diizinkan presiden B. J. Habibie
1999: Kerusuhan besar-besaran antara pro- dan anti-kemerdekaan dan pengungsian
warga Timor Timur
2002:
Terbentuknya negara Timor Leste 2006: Sepertiga mantan tentara nasional Timor
Leste memberontak menuntut keadilan; pecah konflik antara pihak polisi
yang mendukung pemerintah dengan pihak militer.
Filipina : Masa kolonialisme Spanyol yang berlangsung hingga 350 tahun
menyebabkan budaya asli Filipina – dan dengan fakta bahwa budaya tersebut tidak
diabadikan melalui tulisan, lagu, ataupun seni – tidak mampu bertahan.
Masa
kolonialisme Amerika Serikat ditandai melalui pendelegasian kekuasaan kepada
elit-elit Filipina, termasuk di dalamnya kegiatan ‘tukar-menukar’ antara
pejabat-pejabat Amerika Serikat dengan pemimpin-pemimpin Filipina
Sementara
itu, pada masa kolonial Jepang, terdapat isu kerja sama antara elit Filipina
dengan pemerintah Jepang yang pada waktu itu cenderung tidak disukai oleh
masyarakat Filipina.
2. System pemerintahan
Timor
leste : Parlemen Timor Leste hanya terdiri dari satu kamar
saja dan disebut Parlamento Nacional. Anggotanya dipilih untuk masa jabatan selama lima tahun.
Jumlah kursi di parlemen antara 52 dan 65 tetapi saat ini berjumlah 65.
Undang-Undang Dasar Timor Leste didasarkan konstitusi Portugal.
Angkatan Bersenjata Timor Leste adalah FALINTIL-FDTL
(F-FDTL),
sedangkan angkatan kepolisiannya adalah PNTL (Polícia Nacional Timor-Leste).
Filipina : Sistem pemerintahan Philipina menerapkan
demokrasi konstitusional yang ditandai oleh beberapa hal, yaitu : kekuasaan
pemerintah terbatas, negara hukum (rechstaat) yang tunduk pada rule of law, dan
tidak boleh bertindak sewenang-wenang terhadap warga negaranya. Pembatasan
kekuasaan pemerintahan ini tercantum di dalam konstitusi. Pemerintahan
berdasarkan konstitusi akan menjamin hak-hak asasi warga negara. Alasan
pembatasan kekuasaan ini antara lain sebagaimana pernyataan Lord Acton bahwa
‘power tends to corupt, but absolute power corupts absolutely’ artinya bahwa
kekuasaan itu cenderung korup, apalagi kalau kekuasaan tanpa batas, sudah pasti
korup. Oleh karena itu, harus ada pembagian kekuasaan agar kesempatan
penyalahgunaan kekuasaan dapat diperkecil.
3. Geografi Timor
leste : Luas Negara : 15 410 km²
Ibukota : Dili
Kota Besar Utama : Baucau dan Bobonaro
Bahasa Resmi : Tetum, Portugis
Bahasa Sehari-hari : Tetum, Portugis, Indonesia
Mata Uang : dollar AS (mulai dari pecahan 1 USD dan centavos (di bawah 1 USD)
Hari Nasional : 20 Mei, dan 28 November
Ibukota : Dili
Kota Besar Utama : Baucau dan Bobonaro
Bahasa Resmi : Tetum, Portugis
Bahasa Sehari-hari : Tetum, Portugis, Indonesia
Mata Uang : dollar AS (mulai dari pecahan 1 USD dan centavos (di bawah 1 USD)
Hari Nasional : 20 Mei, dan 28 November
Filipina
: Secara geografis, Filipina merupakan negara kepulauan yang
terdiri dari kurang lebih 7100 pulau dengan hanya kira-kira 1000 diantaranya
yang berpenghuni. Transportasi antar-pulau dianggap berjalan dengan baik,
sehingga dapat memfasilitasi proses migrasi dan perdagangan masyarakat.
Walaupun begitu, kontur wilayah yang berupa pegunungan justru lebih bertendensi
untuk membuat interaksi intra-pulau menjadi lebih sulit – terutama di bagian
selatan Pulau Mindanao.
4. Politik Timor
leste : Politik di Timor Leste Kepala Negara
Republik
Timor Leste adalah seorang presiden,
yang dipilih secara langsung dengan masa bakti selama 5 tahun. Meskipun
fungsinya hanya seremonial saja, ia juga memiliki hak veto undang-undang. Perdana Menteri dipilih dari pemilihan multi partai dan diangkat/ditunjuk
dari partai mayoritas sebuah koalisi mayoritas. Sebagai kepala pemerintahan,
Perdana Menteri mengepalai Dewan Menteri atau Kabinet dalam Kabinet Pemerintahan.
Parlemen Timor Leste hanya terdiri dari satu kamar
saja dan disebut Parlamento Nacional. Anggotanya dipilih untuk masa jabatan selama lima tahun.
Jumlah kursi di parlemen antara 52 dan 65 tetapi saat ini berjumlah 65.
Undang-Undang Dasar Timor Leste didasarkan konstitusi Portugal.
Angkatan Bersenjata Timor Leste adalah FALINTIL-FDTL
(F-FDTL),
sedangkan angkatan kepolisiannya adalah PNTL (Polícia Nacional Timor-Leste).
Filipina : Terdapat beberapa budaya tradisional masyarakat Filipina
yang nantinya turut berkontribusi dalam membentuk pola perilaku dan budaya politiknya,
yaitu: penekanan penting pada hubungan kekeluargaan; pengaruh nilai
partikularisme dan personalisme; pentingnya hubungan timbal-balik dan
patron-klien; penekanan pada kelancaran hubungan interpersonal; dan efek dari
kemiskinan yang meluas yang kemudian mempengaruhi nilai-nilai dan perilaku
masyarakat Filipina secara umum
5.
Demografi Timor leste : Pada tahun 2005 penduduk Timor Leste
diperkirakan berjumlah 1.040.880 jiwa. Penduduk Timor Leste merupakan campuran
antara suku bangsa Melayu dan Afrika, sebagian kecil keturunan Portugis.
Mayoritas penduduk Timor Leste beragama Katolik (93%), diikuti Protestan (3%),
Islam (1%), dan sisanya Buddha, Hindu (1%, masing-masing 0,5%), dan aliran
kepercayaan (2%). Karena mayoritas penduduk beragama Katolik, maka kini
terdapat tiga keuskupan (diosis) yaitu: Diosis Dili, Diosis Baucau dan Diosis
Maliana yang baru didirikan pada tanggal 30 Januari 2010 oleh Paus Benediktus
XVI.
Filipina : Kurang lebih 85% penduduk Filipina beragama Katolik Roma.
Tidak heran bila Gereja Katolik mempunyai pengaruh yang cukup luas di Filipina
– walaupun tidak seimbang. Selain itu, terdapat juga kelompok Muslim (3-4 juta
orang), Protestan (yang mengklaim memiliki 5 juta penganut), pengikutIglesia
ni Kristo (Gereja Kristus), dan Aglipayan atau Gereja
Independen Filipina.
KESIMPULAN
Dari
data-data perbandingan diatas kita bisa mengambil beberapa kesimpulan, pertama
dari segi histori kedua Negara pernah mengalami masa kolonialisme atau
penjajahan mulai dari Negara timor leste yang pernah dijajah bangsa portugis
dan belanda juga Negara Filipina yang dijajah spanyol, amerika, dan juga
kekaisaran jepang.
DAFTAR PUSTAKA
Kelas
b STISOSPOL WASKITA DHARMA “Artikel Timor Leste” 2015
http//yahooanswer/apakah+system+pemerintahan+negara+filipina
Ambassade
de France en Indonésie, au Timor oriental et auprès de l'ASEAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar